DIA……….
03.08 Posted In puisi untuk ibu Edit This 0 Comments »
DIA……….
Dia bagaikan langit senyap
Menopang dipersimpangan
Menaburi kutukan pada khitbah malam
Mengukur isyarat bagi dusta – dusta insane cinta
Menampung warna dari segala artii
Meneteskan jejak – jejak sang pagi…..
Dia bagaikan kepulan asap
Mengisi ruang – ruang kosong dari celah – celah doa
Melukis kabut pada jendela senja
Menjadi sawang penghias disetiap debaran
Menyusun bait – bait pengharapan
Tertawa dikala bahagia
Tersenyum diantara duka…
Dia bagaikan pintalan benang surgawi
Menyatu dalam jarum sulam
Membaur dalam hening
Meliak – liuk diatas sketsa sejarah
Meski sesekali terluka
Namun selalu mengkitabkan maaf
….sungguh penyempurnaan hidup yang tulus….
Dia bagaikan pohon piker
Melahirkan sang pemuja kata – kata
Membalutnya dalam selimut sederhana
Memapah dalam bijaksana
Hingga akhirnya…
Menutup mata dengan ikhlas…
Senin, 17 maret 2008
; untuk ibu
12 : 50 wib
Ali topan
Dia bagaikan langit senyap
Menopang dipersimpangan
Menaburi kutukan pada khitbah malam
Mengukur isyarat bagi dusta – dusta insane cinta
Menampung warna dari segala artii
Meneteskan jejak – jejak sang pagi…..
Dia bagaikan kepulan asap
Mengisi ruang – ruang kosong dari celah – celah doa
Melukis kabut pada jendela senja
Menjadi sawang penghias disetiap debaran
Menyusun bait – bait pengharapan
Tertawa dikala bahagia
Tersenyum diantara duka…
Dia bagaikan pintalan benang surgawi
Menyatu dalam jarum sulam
Membaur dalam hening
Meliak – liuk diatas sketsa sejarah
Meski sesekali terluka
Namun selalu mengkitabkan maaf
….sungguh penyempurnaan hidup yang tulus….
Dia bagaikan pohon piker
Melahirkan sang pemuja kata – kata
Membalutnya dalam selimut sederhana
Memapah dalam bijaksana
Hingga akhirnya…
Menutup mata dengan ikhlas…
Senin, 17 maret 2008
; untuk ibu
12 : 50 wib
Ali topan

0 komentar:
Posting Komentar