Kitab Kitab Sajak

08.22 Edit This 0 Comments »
-->
KITAB – KITAB SAJAK
Kitab – kitab sajakku terdahulu ;
Akulah selongsong kepalan rindu
Berhamburan lagi berserakan di padang cinta
Lalu serpihannya memuai bersama angin surga
Terbang bebas kian kemari
Mendatangi setiap jelita yang remah suka
Tetapi sesaat akan hilang dan dikenang
Maka sempurnalah luka hati perawan dan puan
Kitab sajakku kemarin ;…
adalah perdebatan tentang cinta dan tahta
Pengakuanku yang bimbang akan takdir
dinikahi oleh hati namun dimadu oleh ambisi
sungguh aku tiada mampu mencerai – beraikannya
kitab sajakku saat ini ;….
Jika gila aku sudah lama gila
Bedanya aku bukanlah kebohongan apalagi kebenaran
Tapi inilah sulaman terakhir
Dan terkutuklah aku bila membuangnya
Dengan harapan agar dia memungutnya
Menyimpannya dalam tenunan jiwa…
Ali topan


18 november 2008
02 : 57 am.

DIA……….

03.08 Posted In Edit This 0 Comments »
DIA……….

Dia bagaikan langit senyap
Menopang dipersimpangan
Menaburi kutukan pada khitbah malam
Mengukur isyarat bagi dusta – dusta insane cinta
Menampung warna dari segala artii
Meneteskan jejak – jejak sang pagi…..

Dia bagaikan kepulan asap
Mengisi ruang – ruang kosong dari celah – celah doa
Melukis kabut pada jendela senja
Menjadi sawang penghias disetiap debaran
Menyusun bait – bait pengharapan
Tertawa dikala bahagia
Tersenyum diantara duka…

Dia bagaikan pintalan benang surgawi
Menyatu dalam jarum sulam
Membaur dalam hening
Meliak – liuk diatas sketsa sejarah
Meski sesekali terluka
Namun selalu mengkitabkan maaf
….sungguh penyempurnaan hidup yang tulus….

Dia bagaikan pohon piker
Melahirkan sang pemuja kata – kata
Membalutnya dalam selimut sederhana
Memapah dalam bijaksana
Hingga akhirnya…
Menutup mata dengan ikhlas…


Senin, 17 maret 2008

; untuk ibu
12 : 50 wib
Ali topan

Pada Februari musim ini….

03.01 Posted In Edit This 0 Comments »
Pada Februari musim ini….


Pada februari musim ini
Sekilas naluriku bebisik
‘jangan biarkan malam ini tanpa apapun ‘
Lalu kembali tatapku nan jauh disana
Betapakah kulihat
Sosok – sosok kedip manja berpijar dilangit
Mengingatkanku pada percikan lembut bening matamu
Batapakah kurasa
Bulan tersenyum menggoda kesudut hati
Butir – butir napas malam merembas kedalam sanubari
Mengingatkanku pada lugu, kemayumu
Meski terkadang amarah telalu merah
Namun pada karibmu
Senantiasa selalu binarkan raut manja
Sedemikian rupa keadaan ini
Kecapikupun melantunkan tembang kerinduan
Ditanganku gemuruh menyentuh lembaran kisah
Menuilis sebuah sajak kesetiaan
Memetik hikmah
Ditengah belukar, ilalang putaran jarum jam
Melagukan malam
Dan menya’irkan siang
Melumuri bibir beku penuh doa – doa
Membahasakannya dalam musim diam
Tertatih – tatih lirih hatiku bebisik
“ wahai kekasih,sempurnakanlah hati
Agar gemercik canda diesok pagi
Dapat kita jilati kembali..
Gumamku pada malam februari musim ini…



Ali topan

Pedih aku pada

02.59 Posted In Edit This 0 Comments »
Pedih aku pada

Pedih aku pada sebagian malam
Barulah sedetik tadi
Segenap rasa harapkan impian kan nyata
Kini musnah, hancur berkeping
Berkelit pada setiap detakku
Kian rapuh dan makin terpuruk
Cercaan, lalu makian dari batin sendiri…
Pedih…tiada sebanding sayatan belati.

Pedih aku pada dua bagian malam
Taman mimpiku telah tandus
Akar yang tersisa kan membusuk
Naluri ini telah koma
Tiada berdaya untuk dustai semua
Dan inilah aku,
Si pencari rindu tak tertumpuh…..

Pedih aku pada bagian malam dan bagian malam seterusnya
Tiada bolehkah aku impikan melati ini
Padahal aku selalu nyanyikan tembang kejujuran hati
Maka untuk kini dan hingga nanti
Biarlah kucumbui anganku
Biarkan getar ini selalu untuknya
Sebagai penghias taman mimpi tak berbunga
Dan…
Bilakah dia kan menjelma
Sebagai piñata tamanku esok,
Atau…
Berikan saja aku penundaan yang lama…!

Awal rhamadhan
Sunday night, 28 october 2003
Ali_topan

Secarik pelarian

02.58 Posted In Edit This 0 Comments »
Secarik pelarian

Kawan…
Lihat ombak disana
Dalam kesendirian menggemuruh
Itu hatiku…
Lihat pula camar itu
Sungguh kasian dia
Patah sayap
Itupun jiwaku…
Sangatlah ingin kuberdereit dibalik pintu
Hingga mengkarat
Terbisu dihisap takdir waktu
Yang haus akan kehidupan – kehidupan
Kehidupan yang lain
Hingga
Tiada bias kunikmati
Kejamnya panas esok hari





Agustus, 2007

Ali_topan

Serba salah

02.57 Posted In Edit This 0 Comments »
Serba salah


Dalam hening mentari yang tertidur
Kunikmati sesajian surga dari kitab pujangga lama
Saat dahaga kuseruputi secangkir kata – kata
Hingga imaji makin luas menggerogoti denyut pikir
Timbul kerinduanku untuk menyusun bait – bait
Tang tercecer dari segelintur kisah lalu
Namun pensil sudah terlalu tua untuk bercanda
Dan kertas kusam ini telah muak manampung tumpukan konotasi





Dalam hening mentari yang terjaga
Kunikmati berpeluh – peluh kebimbangan
Saat dingin kupeluk erat kawan lamaku
Tak urung jari temariku nakal menari
Lincah jenaka menggelitik dawai pada lentik fret melodi
Namun mengapa desiran angina berbisik dalam bahasa yang lain
Seperti sengaja mengilhamiku dengan berjuta isyarat asing
Hingga aku menjadi lumpuh
Terkapar juga dungu berkepanjangan





Dalam merah mentari yang terbelalak
Kunikmati renungan panjang hingga ujung batasnya
Sekonyong – konyong
Aku dapati serpihan puing – puing kompas rusak
Sedikit paham,
Aku telah kehilangan hari – hariku sendiri
Aku terlanjur larut kedalam peran orang – orang jalanan
Aku seakan lalai akan hitam dan putih
Jiwaku tertawa tapi tiada seramah tangisan bayi
Oh…..mungkin saja aku ingin terpejam
Tapi ku tak ingin tertidur
Apalagi sampai mati
Lantas apalagi……..?



Rabu, 11 oktober 2006
11 : 59 am

ali_topan

Terakhir kali aku

02.55 Posted In Edit This 0 Comments »
Terakhir kali aku

barusan kusadari…
senyum manja itu melintas lagi
nampak cantik, secantik dulu
tetap elok
sebentar kemudian aku tertegun
mereka – reka
kenapa aku ini…?
Padahal telah lama aku lupa
Adaluka yang sangat
Ada kecewa yang terlalu
Ada jiwa yang tersudut
Ada kata mengucap ; pergi sajalah….!!!
Namun kini teringat kembali
Kala itu
Kala tertatih – tatih aku melangkah sendiri
Menggigil pada setiap sudut mimpi
Hingga saatnya kemarin
Terucapku ; harus apa aku ini….?
Sebab semua yang terjadi
Tiada akan pernah kembali
Lagipula ku akan lenyap esok
Selenyap engkau lenyapkan rasa itu dimusim lalu
Hingga senja ini, sebelum ku pergi
Terakhir kali terucap kembali
….”ada orangkah disana……?”….
Adakah yang akan mengusik sepiku….?


270704

Ali_¬topan